Di zaman yang modern ini jarang sekali ada orang yang bias me-manage diri untuk tidak mengikuti ego dan pikiran negative. Sebab dari mengikuti ego dan pikiran negative inilah yang membuat banyak orang baik kalangan remaja maupun dewasa melakukan hal-hal yang bersifat merugikan diri, oranglain bahkan banyak pihak. Selaku orang remaja, saya sadar bahwa me-manage (mengatur) diri sangat lah penting karena emosi remaja di zaman sekarang sangatlah tidak stabil. Jadi, selaku remaja kita wajib membentengi diri. Benteng diri yang di maksud adalah dengan mengatur moralitas, emosional diri, iman yang kuat, berbuat bijaksana dan mempunyai perasa dari hati yang perlu di kembangkan mulai sejak dini. Selain peran orang tua yang sangat penting bagi pembentukan benteng diri seorang anak, maka anak pun harus bisa mengerti dan meresapi baik nasehat maupun perkataan dari orang tua. Dengan me-manage (mengatur) diri kita dapat mengendalikan pikiran dan perbuatan kita dengan baik.
Cara
mengatur dan mengendalikan diri inilah yang di sebut dengan “Seni
Memimpin
Diri” . Memimpin diri yang di maksudkan adalah dapat menekan hawa
nafsu, ego, amarah, dan hal-hal yang dapat menjerumuskan diri kedalam gelapnya
sengsara dan kerugian. Dengan menjadi pemimpin diri yang baik dan selalu
berfikir positif maka akan tercetuslah sikap sopan santun, hormat, rasa
tanggung jawab, dan banyak sikap positif yang akan menjadi kebiasaan dan dapat berimbas
pada kebiasaan sehari-hari. Dengan belajar memimpin diri secara baik dapat
mengatasi berbagai konflik dan krisis yang terkadang mengganggu di kehidupan
dan membuat diri menjadi semakin maju dalam berbagai hal. Sebaliknya, apabila
belajar memimpin diri secara tidak baik, selalu berfikir negative, maka rasa
amarah, egoisme, ketersinggungan, dan rasa serakah yang tinggi pun kadang
terjadi apabila rasa memimpin diri ini disalah gunakan.
Memimpin
diri sama halnya seperti memimpin sebuah kelompok, organisasi dan masyarakat.
Dikalangan remaja biasanya banyak sekali kelompok-kelompok yang bersifat
positif terbentuk seperti organisasi kelas, organisasi ekstra di sekolah maupun
di luar sekolah, bahkan keluarga pun itu adalah sebuah organisasi yang di bawa
sejak lahir. Di sebuah organisasi biasanya ada seorang pemimpin dan seksi-seksi
yang bertugas melaksanakan perintah dan memberikannya kepada
anggota-anggotanya. Seorang pemimpin biasanya dipilih karena sikap bijaksana,
selalu menjadi penengah dalam suatu masalah, dan dapat menjadi panutan dan
contoh yang baik bagi semua anggotanya. Seorang pemimpin dikatakan baik apabila
dapat mendengar dan dapat memberi masukan yang baik pada semua anggotanya yang
mengalami masalah. Seorang pemimpin yang acuh tak acuh biasanya hanya melihat
anggota mana yang tunduk pada permintaan dan perintahnya. Sama seperti kita. Di
dalam diri juga ada pemimpin yaitu pikiran kita. Pikiran adalah asal dimana
kita dapat melakukan sesuatu, pikiran juga adalah asal dimana kita dapat
berbuat dan berkata sesuatu. Jadi jika kita berfikir sesuatu itu dengan
landasan positif, maka yang kita lakukan akan menghasilkan suatu kegiatan dan
pemikiran positif pula. Sebaliknya, jika kita berfikir negative, maka yang kita
lakukan akan menghasilkan kegiatan yang negative pula.
Seperti
apa memimpin diri dengan baik?, Bagaimanakah resiko jika si pemimpin diri
ini melakukan hal yang tidak baik?.Memimpin
diri yang baik dapat dilakukan dengan beberapa tips yang akan saya berikan
sebagai berikut:
v Selalu
bersyukur apapun yang kita terima dan kita dapatkan, karena apapun yang kita
terima dan kita dapatkan adalah karunia dari Tuhan YME
v Selalu
berfikir positif apapun yang kita lakukan dan orang lain lakukan pada kita
v Dapat
mengendalikan emosi dan ego di dalam diri
v Tidak
mementingkan diri sendiri
v Selalu
berfikir bahwa setiap masalah yang ada di dalam hidup itu pasti ada jalan
keluarnya
v Selalu
berfikir sebelum berkata, berbicara atau pun berbuat
v Selalu
belajar dari pengalaman yang telah dilalui
v Selalu
menghargai diri, karena dengan kita dapat menghargai diri dengan cara bersikap
positif maka akan berimbas pula dengan sikap kita kepada sesama
v
Bisa
bersikap rendah hati, yaitu tidak mudah sombong dan angkuh saat di puji maupun tidak
v
Dapat mengoreksi diri, dengan melihat
kekurangan diri untuk belajar terus menjadi lebih baik
v
Membiasakan diri untuk melakukan hal-hal
di atas
v Menghindari
hal-hal negative yang dapat merusak diri
Dengan beberapa tips dari saya di
atas, maka dapat disimpulkan bahwa me-manage (mengatur) diri apabila dilakukan
dengan terbiasa dan iklas maka akan terwujudlah sikap sebagai pemimpin diri.
Resiko yang dapat terjadi jika seorang pemimpin diri melakukan hal yang tidak
baik maka, hal yang tidak baik tersebut akan ikut bersama sikap kepemimpinan
yang telah di pelajarinya. Terkadang di otak pemimpin ini akan tumbuh lagi
hal-hal yang tidak baik (negative) lagi dan akan membuat dirinya semakin kacau.
Jadi dapat saya simpulkan dari
penjelasan di atas bahwa, belajar menjadi pemimpin diri itu tidaklah susah,
hanya dengan selalu ingat dan berfikir dan bersikap positif sesuai etika yang berlaku yang sering di
lakukan di kehidupan sehari-hari maka rasa memimpin dan mengendalikan diri akan
mulai tumbuh terus dan dapat menjadi sebuah kebiasaan yang dapat berimbas pada
segala kegiatan yang di ambil baik di lingkungan rumah seperti masyarakat,
sekolah, bahkan dunia. Jadi rasa memimpin ini baik sekali ditanamkan pada
seluruh anak baik kalangan anak TK, SD, SMP, dan seluruh orang. Dengan belajar
menjadi pemimpin diri yang baik dan benar untuk diri dan keluarga, maka akan
bermanfaat pula apabila dapat di praktekan di lingkungan masyarakat. Dengan didukungnya
rasa percaya diri maka rasa memimpin diri yang di terapkan di lingkungan
masyarakat akan semakin berkarakter.
Sebagai anak muda bangsa dan negara
Indonesia yang berpendidikan, mulailah untuk belajar me-manage (mengatur) diri
mulai sejak dini. Betapa besar maanfaatnya jika dapat mengolah kepemimpinan
diri kita dengan baik dan benar. Manfaatnya sendiri pula dapat berguna bagi
semua orang yang ada dilingkungan kita.
SEKIAN
TERIMA KASIH